Atmosfer adalah bagian bumi yang terdiri atas campuran beberapa gas yang mengelilingi bagian bumi yang padat dan cair.
Dalam jumlah yang lebih kecil, di atmosfer mengandung pula gas-gas neon, helium, hidrogenium, kripton, dan xenon. Selain itu, persenyawaan yang banyak dijumpai di dalamnya antara lain: uap air, ozon, gas CO2, dan NH3.
Beberapa sifat yang dimiliki atmosfer, antara lain:
~ tak berwarna, tak berbau, dan tak dapat dirasakan kecuali dalam bentuk angin
~ dinamis dan elastis, sehingga dapat mengembang dan mengerut
~ transparan terhadap beberapa bentuk radiasi
~ mempunyai berat sehingga dapat menimbulkan tekanan
A. SUSUNAN LAPISAN ATMOSFER
Dalam kenyataannya, susunan gas-gas dalam atmosfer yang tersebut dalam tabel di atas tidaklah mutlak. Terdapat perbedaan susunan unsur pembentuk udara pada lapisan yang berbeda. Selain itu, juga ada perbedaan suhu dan tekanan udara pada setiap lapisan udara.
B. UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLIM
1. Penyinaran Matahari
Penyinaran (insolasi) adalah penerimaan energi matahari oleh permukaan bumi dengan bentuk sinar-sinar gelombang pendek. Sebelum mencapai permukaan bumi sebagian hilang karena absorbsi. Yang berhasil sampai ke bumi dilepaskan melalui refleksi. Sisanya yang tinggal, berfungsi memanasi permukaan bumi. Dari sini energi dibuang ke atmosfer melalui pemancaran panas bumi, berupa sinar-sinar gelombang panjang untuk memanasi udara. Di atasnya lagi panas disebarkan melalui konveksi dan turbulensi, sisanya lagi hilang sebagai albedo. Lebih tegas, pemanasan di atmoser berlangsung dalam dua cara, yaitu:
a. Pemanasan langsung melalui absorpsi
b. Pemanasan tak langsung, meliputi: konveksi, adveksi, torbulensi, konduksi
2. Suhu
Dalam pengertian suhu berlaku macam-macam sebutan sebagai berikut : suhu harian rata-rata, suhu bulanan rata-rata, suhu tahunan rata-rata, amplitudo suhu, suhu maksimum dan suhu minimum. Panas matahari yang sampai ke permukaan bumi dirasakan berbeda-beda untuk setiap tempat. Hal itu, dipengaruhi berbagai faktor, antara lain:
a. Sudut datang sinar matahari
b. Lamanya penyinaran matahari
c. Kondisi udara/keawanan
d. Kondisi permukaan bumi, meliputi:
~ ketinggian tempat
~ jarak ke laut
3. Angin
Angin adalah gerakan udara yang mendatar (horisontal). Menurut hukum Buys Ballot : “ angin bertiup dari daerah bertekanan udara tinggi menuju daerah bertekanan udara rendah dan mengalami pembiasan (pembelokan) ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di belahan bumi selatan”.
Selain arah angin, permasalahan angin lainnya, meliputi:
a. Kecepatan angin, yang dipengaruhi faktor-faktor yang berikut ini :
1. gradien barometris
2. relief permukaan bumi
3. ketinggian suatu tempat
4. letak lintang
5. panjang siang dan malam
b. Sistem angin, meliputi:
1. Angin pasat dan anti pasat
2. Angin muson/musim
3. Angin lokal, terdiri atas angin darat dan angin laut, serta angin lembah dan angin gunung
4. Angin jatuh, terdiri atas angin jatuh panas, dan angin jatuh dingin
5. Angin siklon dan antisiklon
4. Awan
Awan adalah kumpulan tetesan air (kristal-kristal es) di dalam udara di atmosfer yang terjadi karena adanya pengembunan/pemadatan uap air yang ada dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh. Kabut adalah awan rendah pada permukaan bumi. Sedangkan, embun mrupakan titik-titik air yang menempel pada berbagai permukaan benda.
Dalam beberapa hal, awan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. berdasarkan ketinggiannya
b. berdasarlam bentuknya
5. Kelembaban udara
Kadar uap air dalam udara disebut juga lengas (kelembaban, kebasahan) udara. Segi pentingnya kelembaban udara, antara lain:
~ besarnya uap air dalam udara merupakan potensi terjadinya hujan
~ uap air ikut mengatur suhu udara
~ besarnya uap air dalam udara berhubungan dengan jumlah energi potensial yang ada dalam atmosfer.
Kelembaban udara dapat dinyatakan dalam dua cara, yaitu kelembabn relatif dan kelembaban mutlak.
6. Curah Hujan
Hujan merupakan peristiwa jatuhnya butir-butir air dalam bentuk cair atau padat menuju bumi.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi curah hujan, antara lain:
~ arus udara ~ topografi
~ besarnya perairan ~ polutan dalam udara
~ intensitas panas matahari
Berdasarkan proses terjadinya, hujan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: hujan konveksi, hujan orografis, dan hujan frontal.
Selain itu, ada bermacam-macam jenis hujan yang lain, yaitu:
a. Hujan Zenithal (hujan tropis, hujan naik ekuatorial), terjadi pada sore hari setelah ada pemanasan maksimal.
b. Hujan Musim, terjadi di daerah musim.
c. Hujan Siklun, terjadi di daerah sedang.
d. Hujan Musim Dingin terjadi di daerah sub tropis
e. Hujan musim panas.
f. Hujan Pegunungan (hujan orografis).
Sumber :Dany Miftah M.Nur, M.Pd